Jumat, 06 September 2013

Sejarah Pembuatan Sabun Mandi

Pada abad ke 7 Masehi, sabun mandi mulai diproduksi di Eropa. Para pembuat sabun ini sangat merahasiakan resep sabunnya. Mereka mencampurkan minyak yang nabati dan hewani dengan abu tanaman dan pewangi. Lama kelamaan muncullah berbagai produk pembersih seperti shampoo dan busa untuk mencukur dan juga mencuci baju.

Italia, Spanyol dan Perancis adalah pusat pembuatan sabun mandi, karena di Negara ini tersedia bahan mentah untuk membuat sabun mandi yaitu pohon zaitun. Orang Inggris mulai membuatsabun mandi pada abad ke 12. Perdagangan sabun mandi mulai meningkat tajam, karena pada tahun 1622, Raja James I mengijinkan adanya monopoli perdagangan sabun mandi sampai sebesar $100.000 per tahun. Sampai pada abad ke 19, sabun menjadi produk yang sangat mewah karena dibebani pajak yang sangat tinggi. Akan tetapi setelah pajak mulai dihilangkan, sabun mulai dapat dipakai oleh orang-orang awam sehingga standar kebersihan dan kesehatan manusia semakin meningkat.

Pembuatan sabun di koloni Amerika mulai dilakukan pada tahun 1608 dengan datangnya para pembuat sabun dengan menumpang kapal Inggris yang kedua di Jamestown, VA. Akan tetapi, selama bertahun-tahun pembuatan sabun mandi ini masih bergantung pada kondisi rumah tangga di Amerika, karena para pembuat sabun harus mengumpulkan lemak-lemak yang tersisa dari rumah ke rumah.

Pembuatan sabun secara besar-besaran terjadi pada tahun 1791 ketika seorang ahli kimia dari Perancis, Nicholas LeBlanc, mematenkan proses pembuatan soda abu atau sodium karbonat dari garam biasa. Soda abu adalah alkali (basa) yang diperoleh dari abu dan ketika dicampur dengan lemak akan menghasilkan sabun. Proses Leblanc ini menghasilkan soda abu yang berkualitas baik, murah dan dalam jumlah yang besar.

Ilmu pembuatan sabun modern muncul 20 tahun kemudian dengan adanya penemuan Michel Eugene Chevreul, ahli kimia dari Perancis, yang mengkombinasikan bahan kimia alami, lemak, gliserin dan asam lemak.
Kemajuan teknologi pembuatan sabun mandi juga ditandai dengan penemuan Ernest Solvay, ahli kimia dari Belgia, yaitu proses ammonia dengan menggunakan garam atau sodium klorida untuk membuat soda abu. Proses Solvay ini semakin menurunkan biaya produksi dalam pembuatan alkali dan meningkatkan jumlah dan kualitas soda abu yang dihasilkan.
Penemuan-penemuan ilmiah dan perkembangan perindustrian inilah yang membuat produksi sabun di Amerika berkembang pesat pada tahun 1850an. Sabun tidak lagi menjadi barang mewah tetapi menjelma menjadi barang yang dibutuhkan setiap hari.

0 komentar:

Posting Komentar

Ad