35 Jenis Sabun Herbal

DejavuSoap memproduksi Sabun Mandi Herbal 35 Jenis Sabun Herbal

Souvenir Sabun Herbal Handmade

Kami menyediakan sabun berbentuk souvenir. Konsep herbal yang kami tawarkan tetap menjadi dasar pembuatan sabun walaupun berbentuk souvenir. Cocok untuk hadiah sekaligus cocok untuk perawatan kulit anda.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabun Natural Khusus Untuk Spa

Dibuat dari bahan-bahan alami untuk merawat Kulit anda agar terlihat lebih cerah dan terlihat muda. Bisa digunakan untuk perawatan Wajah dan seluruh tubuh anda. Komposisi : Minyak Nabati, Kaustik Soda, Bahan-bahan alami, Bath Salt (Garam Mandi)dan Scrub.

Jumat, 06 September 2013

MADU KLANCENG

Madu klanceng adalah madu yang dihasilkan dari lebah trigona Sp.

Dejavu Soap Jual Madu Klanceng asli mulai dari :
50ml, 500ml, 1kg sampai 30kg

MEMBUAT SABUN PROSES PANAS

Proses panas merupakan cara yang telah digunakan sejak jaman dulu. Pada proses ini semua bahan dicampur menjadi satu dalam satu wadah dan dipanaskan, Perbedaan utama dari kedua proses ini adalah pemanasan. Proses pemanasan bahan akan mempercepat pembentukan sabun dan menghasilkan sabun yang lebih padat.

Pembuatan sabun dengan proses pemanasan membutuhkan ketepatan dalam mempersiapkan semua hal. Begitu anda mulai membuat sabun dengan proses pemanasan, maka pastikan bahwa semua hal telah siap, antara lain peralatan seperti wadah, sendok, cetakan, timbangan, pisau dan lain-lain. Demikian juga dengan perlengkapan keselamatan seperti sarung tangan, masker, alas meja dan bahan-bahan lainnya.

Bahan-bahan sabun harus diukur sesuai dengan resepnya. Mungkin sebagai pemula, anda dapat menggunakan sedikit bahan tambahan, tetapi setelah anda menguasai teknik ini, maka anda dapat menambahkan bahan tambahan  lebih banyak lagi.
Untuk proses pembuatan :
  1. Masukkan kaustik Soda ke dalam air dan larutkan sampai mencapai suhu 70 derajat.
  2. Masukkan minyak yang telah ditimbang ke dalam panci dan panaskan. Setelah panas (jangan sampai mendidih kira-kira sampai 70 derajat), tuangkan larutan kaustik soda ke dalam panci minyak dan aduk terus. Pengadukannyapun harus stabil. Campuran yang terus diaduk ini akan berubah warna menjadi krem dan keruh. Campuran ini harus terus diaduk hingga mengental atau trace. Jika sudah mengental, tutup pancinya dan kemudian panaskan sebentar. Sabun akan berubah warna menjadi bening seperti vaselin. Dengan demikian tiba waktunya untuk melihat apakah campuran ini siap diolah. 
  3. Tambahkan warna dan pewangi ke dalam larutan sabun. 
  4. Kemudian tambahkan minyak esensial sesuai selera anda. Untuk tahap ini anda perlu melakukannya secepat mungkin sebelum larutan sabun mengeras dan sulit untuk dituangkan ke dalam cetakan. 
  5. Jika sudah masuk dalam cetakan, ketuk cetakan beberapa kali sehingga udara yang terperangkap didalamnya bisa keluar. 
  6. Dinginkan selama 24 jam
  7.  Setelah 24 jam keluarkan dari cetakan, potong sesuai dengan ukuran dan bentuk yang anda inginkan. Proses ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan sehingga tidaklah mungkin mengajarkannya pada anak-anak. Akan tetapi jika anda menggunakan cara ini, maka anda akan mendapatkan sabun yang siap pakai karena kelebihan airnya akan diuapkan dengan cepat dibandingkan dengan pembuatan sabun mandi dengan proses dingin.

Membuat Sabun Dengan Proses Dingin

Dalam pembuatan sabun yang memakai Metode cold process atau Proses dingin, temperatur yang dianjurkan dalam pencampuran antara larutan alkali dan minyak adalah sekitar 45-60 derajat celcius.

Proses dingin dilakukan dengan mencampurkan asam lemak dengan larutan sodium hidroksida (kaustik soda). Asam lemak ini bisa saja terdiri dari berbagai macam misalnya, mulai dari lemak sapi hingga minyak zaitun atau minyak rami.

Kombinasi minyak yang digunakan untuk membuat sabun ini tidaklah terbatas, asalkan sesuai dengan resep yang akan dibuat. Bisa dilihat di http://sabunherbaldejavusoap.blogspot.com yang telah membuat Sabun Mandi Super Premium menggunakan 7 jenis minyak yaitu Minyak Sawit, Minyak Kelapa, Minyak Zaitun, Minyak Jojoba, Minyak Beras (Rice bran), Minyak Canola, Minyak Castor (Jarak). Pembuatan sabun dengan proses dingin ini merupakan kombinasi dari seni dan ilmiah.

Singkatnya, pembuatan sabun dengan proses yang mencampurkan sodium hidroksida kedalam  air dan mencampurkannya ke dalam minyak akan menghasilkan reaksi kimia yang disebut “saponifikasi”. Selama proses saponifikasi, minyak dan kaustik soda akan tercampur dan menjadi sabun – proses ini memerlukan waktu 6 minggu untuk menjadi sempurna.

Pembuatan sabun dengan proses ini lebih mudah dibandingkan dengan proses lainnya tetapi tetap memerlukan perlengkapan keselamatan seperti kacamata dan sarung tangan. Sedangkan hasil Sabun dari proses ini memiliki kualitas yang sangat baik yaitu keras dan tahan lama. Berdasarkan minyak yang dipakai, maka anda dapat memperoleh berbagai jenis sabun, misalnya sabun yang berbusa banyak (minyak kelapa merupakan penghasil busa yang baik), sabun yang sangat lembut (jika anda memakai minyak zaitun) atau sabun yang melembabkan kulit (jika anda menambahkan shea atau cocoa butter atau minyak rami).

Sejarah Pembuatan Sabun Mandi

Pada abad ke 7 Masehi, sabun mandi mulai diproduksi di Eropa. Para pembuat sabun ini sangat merahasiakan resep sabunnya. Mereka mencampurkan minyak yang nabati dan hewani dengan abu tanaman dan pewangi. Lama kelamaan muncullah berbagai produk pembersih seperti shampoo dan busa untuk mencukur dan juga mencuci baju.

Italia, Spanyol dan Perancis adalah pusat pembuatan sabun mandi, karena di Negara ini tersedia bahan mentah untuk membuat sabun mandi yaitu pohon zaitun. Orang Inggris mulai membuatsabun mandi pada abad ke 12. Perdagangan sabun mandi mulai meningkat tajam, karena pada tahun 1622, Raja James I mengijinkan adanya monopoli perdagangan sabun mandi sampai sebesar $100.000 per tahun. Sampai pada abad ke 19, sabun menjadi produk yang sangat mewah karena dibebani pajak yang sangat tinggi. Akan tetapi setelah pajak mulai dihilangkan, sabun mulai dapat dipakai oleh orang-orang awam sehingga standar kebersihan dan kesehatan manusia semakin meningkat.

Pembuatan sabun di koloni Amerika mulai dilakukan pada tahun 1608 dengan datangnya para pembuat sabun dengan menumpang kapal Inggris yang kedua di Jamestown, VA. Akan tetapi, selama bertahun-tahun pembuatan sabun mandi ini masih bergantung pada kondisi rumah tangga di Amerika, karena para pembuat sabun harus mengumpulkan lemak-lemak yang tersisa dari rumah ke rumah.

Pembuatan sabun secara besar-besaran terjadi pada tahun 1791 ketika seorang ahli kimia dari Perancis, Nicholas LeBlanc, mematenkan proses pembuatan soda abu atau sodium karbonat dari garam biasa. Soda abu adalah alkali (basa) yang diperoleh dari abu dan ketika dicampur dengan lemak akan menghasilkan sabun. Proses Leblanc ini menghasilkan soda abu yang berkualitas baik, murah dan dalam jumlah yang besar.

Ilmu pembuatan sabun modern muncul 20 tahun kemudian dengan adanya penemuan Michel Eugene Chevreul, ahli kimia dari Perancis, yang mengkombinasikan bahan kimia alami, lemak, gliserin dan asam lemak.
Kemajuan teknologi pembuatan sabun mandi juga ditandai dengan penemuan Ernest Solvay, ahli kimia dari Belgia, yaitu proses ammonia dengan menggunakan garam atau sodium klorida untuk membuat soda abu. Proses Solvay ini semakin menurunkan biaya produksi dalam pembuatan alkali dan meningkatkan jumlah dan kualitas soda abu yang dihasilkan.
Penemuan-penemuan ilmiah dan perkembangan perindustrian inilah yang membuat produksi sabun di Amerika berkembang pesat pada tahun 1850an. Sabun tidak lagi menjadi barang mewah tetapi menjelma menjadi barang yang dibutuhkan setiap hari.

KULTIVAR APEL

Ada lebih 7.500 kultivar apel yang diketahui sejauh ini[20] di wilayah beriklim sedang dan subtropis. Kebanyakan kultivar apel ini ditanam untuk dimakan segar, dimasak atau dijadikan cider. Apel untuk cider biasanya terlalu masam dan sepat untuk dimakan segar, tetapi memberikan rasa yang cukup memuaskan (dan tidak tertanding oleh apel segar) dalam cider.[21]
Kultivar apel komersial biasanya lembut tetapi renyah. Selain itu, apel komersial memiliki kulit yang berwarna terang, tidak pirang, mudah diangkut, dapat disimpan lama-lama, produksi tinggi, tahan penyakit, berbentuk 'Red Delicious', dan terasa enak.[22]
Apel modern biasanya lebih manis dari kultivar lama karena rasa apel yang diinginkan bervariasi menurut zaman. Kebanyakan orang Amerika Utara dan Eropa menggemari apel yang manis dan sedikit asam, akan tetapi apel asam juga tidak sedikit peminatnya.[23] Apel yang manis tanpa rasa asam populer di Asia,[23] khususnya di India.[21]
Kultivar apel lama biasanya berbentuk ganjil, serta memiliki berbagai tekstur dan warna. Beberapa orang merasa bahwa apel lama lebih enak daripada kultivar modern,[24] tetapi mengalami masalah lain yang menjadi kurang sesuai untuk diperdagangkan, seperti hasil produksi yang rendah, kerentanan terhadap penyakit, atau kurang tahan lama dalam penyimpanan atau transportasi.
Masih ada beberapa kultivar lama yang diproduksi secara besar-besaran, tetapi biasanya diaktifkan oleh pekebun rumah dan petani yang menjual langsung ke pasar setempat. Banyak kultivar apel yang memiliki rasa dan rupa tersendiri yang masih ada, kampanye konservasi apel diluncurkan di seluruh dunia untuk melestarikan kultivar-kultivar tersebut dari kepunahan.
Di Britania Raya, kultivar lama seperti 'Cox's Orange Pippin' dan 'Egremont Russet' masih menjadi hasil perdagangan utama meskipun produksi rendah dan mudah terinfeksi penyakit dari segi pemahaman modern.[2]

Buah Apel

Apel adalah jenis buah-buahan yang dihasilkan dari pohon buah apel. Buah apel mempunyai beragam jenis, yang kita kenal dan kita dapatkan dipasar atau di toko buah berwarna merah, hijau atau kuning. Daging buah apel ketika sudah masak keras dan renyah dan didalamnya hanya terdapat beberapa biji.

Orang mulai pertama kali menanam apel di Asia Tengah. Kini apel berkembang di banyak daerah di dunia yang suhu udaranya lebih dingin. Nama ilmiah pohon apel dalam bahasa Latin ialah Malus domestica. Apel budidaya adalah keturunan dari Malus sieversii asal Asia Tengah, dengan sebagian genom dari Malus sylvestris (apel hutan/apel liar).

Kebanyakan apel bagus dimakan mentah-mentah (tak dimasak), dan juga digunakan banyak jenis makanan pesta. Apel dimasak sampai lembek untuk dibuat saus apel. Apel juga dibuat untuk menjadi minuman sari buah apel.



Senin, 01 April 2013

JUAL MADU KLANCENG

Kami menyediakan Madu Klanceng dengan berbagai ukuran dari mulai
250 ml; 500ml; 1000ml sampai 30kg.
Dibawah ini adalah contoh: Madu Klanceng dengan ukuran berat 1000ml


Ad